Dari Kami > Toraja Kita

 
 
 
 
 
 
 
 

Toraja Kita

Kamis, 7 July 2011

ILHAM HADIRI SIDANG MAJELIS SINODE

Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin, mendapatkan kesempatan memberikan sambutan di persidangan majelis sinode yang ke XXIII, di Kabupatena Tana Toraja. Sekitar 1.500 orang menghadiri sidang majelis ini. Kehadiran Ilham pada sidang majelis sinode XXIII karena diundang khusus oleh panitia majelis sinode.
 
"Ilham dianggap bisa mengayomi kehidupan beragama pada masyarakat Makassar yang jumlah penduduknya terbesar di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel)," ujar, Armand Rachman yang menyertai Ilham.
Selain itu, Ketua Partai Demokrat Sulsel ini dianggap memiliki keturunan Toraja, yakni turunan Puang Pitu Puang Sondong.

Rahman mengungkapkan, Ilham juga diberi kesempatan memberikan sambutan. Dalam sambutannya di sidang majelis sinode ini, Ilham mengatakan pluralisme keberagamaan umat merupakan rahmatan lilalamin. Perbedaan aqidah adalah merupakan takdir dan ketentuan dari Allah SWT serta merupakan penghargaan dan kehormatan kita untuk menjadikan perbedaan menjadi sebuah rahmat.

Dalam kesempatan tersebut, Ilham didampingi fungsionaris Partai Demokrat Toraja dan Toraja Utara, Viktor Datuan Batara dan calon ketua Partai Demokrat Toraja Utara, Daniel Renden.

Sumber: www.ujungpandangekspres.com
______________________________________________________________________


Kamis, 7 July 2011

9 CPNS ASAL TORAJA UTARA GUNAKAN IJAZAH PALSU

Sejumlah Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) asal Toraja Utara formasi tahun 2010, kedapatan menggunakan ijazah guru palsu.

Temuan ini terungkap saat pemeriksaan berkas ijazah untuk 36 CPNS calon guru tersebut, menggunakan ijasah sarjana dan Akta IV palsu. Nomor ijasah dan identitas peserta tidak teregister di kampus penghasil guru tersebut.

Kesembilan ijasah CPNS masing-masing milik Ervina (31), Ruth Tiku Tonapa (35), Agustina (30), Rahim Untung Besol (34), Agustinus Ramen (29), Arif Tandibua (29), Very Palallo (32), Rita Karangan (24), dan Santy Sulle (25).

Pembantu Rektor I Universitas Negeri Makassar (UNm) Prof. Sofyan Salam mengatakan 36 ijasah peserta CPNS Tahun 2010 asal Toraja Utara yang lulus, diverifikasi keabsahan masing-masing ijasah.

Setelah itu, pihaknya kemudian bersurat ke Badan Kepegawaian Negara Wilayah Regional IV Makassar pada tanggal 16 Maret 2011. Isinya tentang pemberitahuan adanya temuan sembilan CPNS asal Kabupaten Toraja Utara, menggunakan ijasah palsu ini.

Di BKN, lanjut Sorfyan, ternyata juga menerima surat keterangan dari Kementerian Pendidikan Nasional (UNM) dengan nomor surat 1612/UN/.36/PP/2011 tanggal 19 April 2011 yang menyatakan ijasah sembilan CPNS tersebut asli keabsahannya.

Namun, setelah diperiksa, baik tanda tangan Kepala Biro Administrasi dan Kemahasiswaan UNM, Drs. H. Kamaruddin dan stempel yang digunakan ternyata semunya duplikat palsu.

Untuk menyakinkan pihak BKN IV Makassar, selanjutnya, pihak kampus kemudian melayangkan surat pada tanggal 27 Juni 2011, yang menyatakan sembilan CPNS benar menggunakan ijasah palsu.

Terkait hal ini, Sofyan berharap kepada aparat kepolisian untuk menelusuri kasus ijasah palsu. Pasalnya menilik kasus ini, ada indikasi dikerjakan secara berkelompok atau merupakan sindikat pembuat ijasah dan surat palsu.

"Memohon kepada polisi agar memeriksa terhadap sindikat ijazah palsu meski tidak ada laporan dari pihak kampus," katanya. [lal]

Sumber: Inilah.com

_____________________________________________________________________


Selasa, 5 July 2011

SYAHRUL TETAP SETIA DENGAN SAYANG?

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM -- Setelah JK comblangi paket Syahrul-Ilham maju pada pemlihan gubernur 2013 beberapa waktu lalu, Syahrul ternyata tetap pada komitment politik lamanya dibawah naungan "Sayang" (Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang).

 Hal ini terkait penegasan Syahrul."Kenapa mesti pilih yang lain?" kata Syahrul di sela-sela pidatonya saat Membuka Musyawarah Daerah VII pemuda Panca Marga Provinsi Sulsel di Ruang Pola Bupati Wajo, Senin (4/7/2011)

Di hadapan wakilnya Agus Arifin Nu'mang beserta jajaran pemerintah dan muspida kabupaten Wajo, Syahrul bertutur optimistis akan keharmonisan duetnya dengan pendulang suara asal Tana Toraja ini.

"Kami berdua fokus bekerja dan sedang asyiknya melaksanakan program pembangunan dan pada waktunya, kami akan menentukan sikap untuk Pilgub nanti," Syahrul menambahkan.

Kemesraan Sayang juga pernah dilantunkan Agus saat menghadiri acara pemakaman pemakaman (rambu solo) Maria Kassa Parandan Batong (yang meninggal 21 Februari 2011) di Tantanan Tallulipu Toraja Utara, Senin (27/6/2011) lalu.

Ungkapan Syahrul untuk tetap di bawah naungan Sayang mengkeruhkan jejak peta politik pilgub 2013 mendatang. Pasalnya beberapa waktu lalu Syahrul pernah mengajak Walikota Makassar dua periode Ilham Arief Sirajuddin untuk berduet kini banting stir.

Sementara Ilham dengan optimismenya juga pernah membunyikan taglinenya "Iyasi Kasi" (Ilham-Aziz Kahar) beberapa waktu lalu

Paket Syahrul-Ilham ramuan JK akhirnya pecah menjadi dua kubu "Sayang" vs "Iyasi Kasi".

Sumber: Makassar.tribunnews.com

_____________________________________________________________________

Rabu, 23 Pebruari 2011

AP POPANG PARAF PENCAIRAN DANA

MAKASSAR -- Terdakwa kasus dugaan korupsi APBD Tana Toraja TA 2003-2004, Andarias Palino (AP) Popang dianggap ikut bertanggung jawab dalam kasus yang merugikan negara Rp1,6 miliar. Itu karena mantan sekkab itu menandatangani pencairan dana.

Hal itu disampaikan staf bagian anggaran Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Tana Toraja, Firdaus saat dihadirkan sebagai saksi dalam sidang yang berlangsung di PN Makassar, Selasa, 22 Februari. "Setahu saya, pengelolaan bantuan sosial dikoordinasi langsung oleh bupati. Kalau ke sekkab sifatnya hanya lewat atau hanya memaraf saja," ujar Firdaus

Dia menegaskan, AP Popang yang saat itu menjabat Sekkab Tana Toraja memang bertindak sebagai kuasa pengguna anggaran (KPA) pada Sekretariat Daerah Tana Toraja. Namun untuk anggaran yang sifatnya bantuan dan dana tak tersangka tidak dikoordinir langsung oleh terdakwa, namun pemanfaatannya menjadi kebijakan langsung bupati.

Firdaus menjelaskan bahwa proses pencairan anggaran baik untuk bantuan sosial dan dana tak tersangka, dilakukan berdasarkan proposal atau permintaan bantuan dari pihak tertentu. Proposal permohonan bantuan inilah yang menjadi dasar pemerintah memberikan anggaran kepada pihak tertentu, termasuk kepada DPRD Tana Toraja untuk kepentingan sosialisasi pemilu 2004.

"Bentuk pertanggungjawabannya pun hanya berupa kuitansi. Sementara mengenai item kegiatan yang dilakukan penerima bantuan, tercantum dalam proposal," ujar Firdaus.

Dia menambahkan, perubahan APBD 2003 dialokasikan anggaran sebesar Rp382 juta untuk menambah anggaran dana tak tersangka. Dana tidak tersangka ini penganggarannya dalam bentuk gelondongan alias tidak terinci peruntukannya. "Namanya dana tak tersangka, pemanfaatannya dilakukan berdasarkan kegiatan yang tidak terduga," ujarnya.

Penambahan anggaran dana tak tersangka pada APBD perubahan itu, dilakukan berdasarkan surat keputusan (SK) parsial yang diterbitkan mantan Bupati Tana Toraja, Johanis Amping Situru.

Saksi lain dari staf anggaran BPKD Tana Toraja adalah Yulianus Patambuang. Hanya saja, saksi yang satu ini lebih banyak mengaku tidak tahu dan lupa mengenai kasus dugaan korupsi tersebut. "Saya lupa, tapi keterangan saya sudah ada dalam berkas," ujar Yulianus.

Sumber:
http://www.fajar.co.id/read-20110223001035-ap-popang-paraf-pencairan-dana

================================================================

DIKLAT, DINAS PERTAMBANGAN DAN ENERGI TORUT MENGGELAR DIKLAT DI HOTEL LUTA RANTEPAO TORAJA UTARA

Kementerian ESDM Gelar Diklat PLTMH
 
Rantepao Upeks --Sedikitnya 20 peserta Dinas Pertambangan dan Energi se Sulselbar mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Uji Laik Operasi Pelistrikan Tenaga Mikro - Hikro yang digelar, Senin (21/2). Kegiatan dilaksankan Kementerian ESDM Badan Diklat Rnergi Sumber Daya Mineral(SDM) dan Pusat Diklat Ketenaga Listrikan Enwrgi BaruTerbarukan dan Konservasi Energi (KEBTKE) bekerja sama Pemkab melalui Dinas Pertambangan dan Energi Toraja Utara, 21 - 26 Februari di Hotel Luta Rantepao.
 
Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Torut Simon P, didampingi empat Pemateri Widyaswara, ketika membuka Diklat uji laik Operasi PLTMH mengatakan, diklat memberi pengetahuan bagi peserta tentang manajemen pengelolaan PLTMH yakni Teknik materi regulasi untuk uji laik."Sebelum pendataan menunggu dukungan Peratutan Daerah (Perda)pengelolaan ketenaga listrikan, "terang Simon.

Sementara itu, Widyaswara Utama Ir Jm Sihombing mengatakan, pemeriksaan bangunan Sipil dan Mekanikal / Elektrikal dilakukan uji setiap komponen peralatan pengujian sistem pembangkit PLTMH dalam wujud kerja pembangkit tersebut yakni aman, amdal maka Instalasi dapat diterbitkan Sertifikat laik operasi.

"Kewenangan menerbitkan Sertifikat baik operasi adalah pemerintah kepala Daerah gubernur,bupati tergantung keberadaan PLTMH," katanya.

Sumber :
http://www.ujungpandangekspres.com/view.php?id=62126

================================================================

Senin, 21 Pebruari 2011

Stanislaus Sandarupa
JURU KUNCI BUDAYA TORAJA


Stanislaus Sandarupa (54) menghabiskan separuh hidupnya untuk meneliti budaya Toraja di Sulawesi Selatan. Ia masuk keluar pedalaman Toraja untuk menyelami makna yang terkandung dalam beberapa upacara adat. Bahasa ritual diterjemahkannya demi kelangsungan budaya Toraja.

Stanislaus lebih dari sekadar peneliti. Selama 14 tahun terakhir, dia mengelola usaha perjalanan wisata Makassar-Toraja (325 km). Torindo Tours yang dikelolanya khusus melayani kelompok akademisi atau wisatawan peminat budaya suku yang berdiam di dataran tinggi Sulsel itu.

Dana mendirikan Torindo diperolehnya dari menerjemahkan film dokumenter tentang beberapa ritual adat di Toraja buatan TV5 Perancis (1996). Rektorat Universitas Hasanuddin kala itu merekomendasikan Stanis—panggilannya—membantu TV5 menerjemahkan bahasa Toraja ke bahasa Inggris.

Sarjana linguistik Inggris ini menerjemahkan sekitar 20 film selama sebulan dengan upah 200 dollar AS per hari. Selain membeli sebuah minibus, Stanis menyulap ruangan seluas 9 meter persegi di kediamannya menjadi kantor sederhana. Sebagian lagi digunakannya untuk membangun Rumah Makan Arumpala di jalan poros Makassar-Toraja.

Saat duduk di bangku kuliah, dia memang terbiasa menerjemahkan ucapan Toma’kayo, pemimpin upacara kematian di Toraja, yang direkamnya di sejumlah ritual Rambu Solo’ (ritual kematian). Keinginan Stanis mengenal lebih dalam budaya Toraja semakin besar berkat dorongan Prof Dr Salombe sebagai pembimbing skripsi.

Ia menganalisis teks yang diucapkan Toma’kayo untuk mengungkap kepercayaan orang Toraja pada hidup sesudah mati dalam skripsinya. Setelah meraih gelar sarjana pada tahun 1987, Stanis menyusun buklet tentang gemerlap upacara adat dan sensasi adu kerbau sebagai panduan wisatawan. Buku pegangan ini turut menggairahkan kunjungan wisatawan ke Toraja yang saat itu sempat mencapai 375.000 orang setahun.

Niat Stanis untuk melanjutkan studi pada jenjang magister sempat terkendala karena tidak adanya jurusan linguistik antropologi di Indonesia. Namun, dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin ini sukses meraih ambisinya setelah menjadi satu-satunya wakil dari Indonesia Timur yang mendapatkan beasiswa Fulbright dari Pemerintah Amerika Serikat.

Studi tentang budaya Toraja melalui kajian linguistik antropologi dienyamnya di Departemen Linguistik University of Chicago. ”Bahasa dalam upacara adat di Toraja ternyata tidak bisa dikaji hanya dengan linguistik murni, melainkan linguistik antropologi untuk menghasilkan makna sesungguhnya,” ujarnya.

Gelar magister akhirnya ia sandang pada tahun 1989. Selama empat tahun berikutnya, ia mengisi hari-harinya dengan mengajar dan menulis. Sejumlah artikel tentang Toraja tulisan Stanis termuat di media Ibu Kota.

Kiprah Stanis dalam menganalisis budaya Toraja kembali menarik perhatian pihak asing. Ford Foundation pada tahun 1993 menawarinya ikut program doktoral di University of Chicago. Dalam studinya kali ini, Stanis memfokuskan penelitian pada ritual Rambu Solo’ yang dilakukan penganut Aluk Todolo (kepercayaan dari leluhur di Toraja).

Memahami Toraja

Setelah mengenyam teori kebudayaan selama dua tahun, ia kembali ke Tanah Air pada tahun 1995 untuk meneliti upacara adat Rambu Solo’ di sejumlah perkampungan Toraja. Selama tujuh tahun lebih Stanis berkelana dari satu kampung ke kampung lain yang khusus didiami para penganut Aluk Todolo.

Stanis sedikitnya mengunjungi empat kampung yang masing-masing berlokasi di wilayah utara, selatan, barat, dan timur Toraja. Saat berkunjung ke Kampung Simbuang di bagian barat Toraja, ia harus berjalan kaki hingga 10 km untuk mencapai lokasi. Namun, jerih payah itu terbayar karena di Simbuang ia menemukan prosesi memeras mayat atau Mapara Tomate’ untuk memisahkan unsur keras (tulang) dari yang lunak (daging).

Di tengah penelitiannya itu, ia menulis buku pertamanya berjudul Life and Death in Toraja (Universitas Hasanuddin, 2000). Tatkala penelitiannya rampung dua tahun kemudian, ia mendapat beasiswa dari Toyota Foundation Jepang. Beasiswa itu sebagai bekal menyusun disertasi.

”Hampir semua penelitian saya didukung yayasan asing karena mereka memahami pentingnya mengungkap keunikan budaya Toraja,” ungkap Stanis.

Pencapaian itu kian mengukuhkan kapasitasnya sebagai peneliti yang memahami Toraja Luar dan Dalam. Pada tahun 2008, ia terlibat dalam dua proyek stasiun televisi asing, yakni FOX Television dan BBC Television yang memasukkan Aluk Todolo dalam program 80 Faiths Around The Worlds.

Setahun kemudian, Stanis bersama dua penulis lain, Elizabeth Cofill (AS) dan Dana Rapaport (Perancis), menerjemahkan buku Ethnomusicology Toraja. ”Buku ini seperti kamus Toraja yang diartikan ke dalam bahasa Indonesia, Inggris, dan Perancis sebagai panduan bagi wisatawan,” katanya.

Berbagai kerja sama dengan pihak asing itu membuat beberapa proyek Stanis tertunda. Empat buku yang telah ditulisnya sejak beberapa tahun lalu bakal rampung dan siap terbit tahun ini, antara lain, Tradisi Lisan Toraja, Kambunni’: Mengungkap Keunikan Budaya Toraja, dan Kamus Paralelisme Toraja.

Karya itu menjadi modal berharga bagi generasi muda yang ingin mempelajari kebudayaan Toraja. Selama ini kebudayaan Toraja yang berbasis pada tradisi lisan nyaris punah karena hanya dipahami oleh segelintir masyarakat yang sudah tua. Begitu pula dengan ritual Rambu Solo’ versi Aluk Todolo mengingat penganutnya terus menyusut dari tahun ke tahun.

Seolah melengkapi penguasaannya akan budaya Toraja, Stanislaus kini tengah merampungkan kamus Bahasa Toraja-Indonesia.

Tak keliru jika Stanislaus dijuluki kuncen atau ”juru kunci” budaya Toraja. Ia lahir di Toraja, berdarah Toraja, meneliti tentang Toraja, dan berbisnis untuk pengembangan kebudayaan Toraja.

  ****Stanislaus Sandarupa

• Lahir : Makale, 9 Oktober 1956 

• Orangtua : Martinus Ello (ayah) dan Clara Tibe (ibu) 

• Istri : Katrina Patabang (50) 

• Anak : Gabriella Sandarupa (26), Dirk Sandarupa (24), Stanley Fulbright Sandarupa (22), dan Frank Ello Sandarupa (20) 

• Pendidikan:  - S-1 Linguistik Inggris Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin (1982-1987) - S-2 Department of Linguistics, University of Chicago, Amerika Serikat (1987-1989)  - S-3 Linguistic Anthropology, University of Chicago, Amerika Serikat (1993-2004) 

• Pekerjaan: Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin

• Karya Tulis, antara lain :  - Pemerkosaan Nilai-nilai Budaya Toraja  - Torajan Architecture: Order in Symbolic Design  - Toraja’s Ancestral ’Tau-tau’ Figures  - Tradisi Lisan dan Kearifan Lokal Toraja - Toraja Kota Orang Hidup yang Mati  - Hilangnya Bahasa Politik yang Puitik - Life and Death in Toraja

Sumber :
http://oase.kompas.com/read/2011/02/21/14450130/Juru.Kunci.Budaya.Toraja

================================================================

SEMBILAN KEPALA DAERAH DI SULSEL RAPAT TERTUTUP DENGAN BPK

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI melakukan pertemuan dengan seluruh bupati dan wali kota se-Sulsel di Baruga Sangiaseri, Rumah, Jabatan (Rujab) Gubernur Sulsel, Jl Sungai Tangka, Makassar, Senin (21/2/2011).

Pertemuan yang dipimpin Ketua BPK RI Anwar Nasution bersama Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulsel Andi Muallim, berlangsung tertutup hingga sampai dua jam. Kepala daerah yang tampak hadir dalam pertemuan ini di antaranya Bupati Luwu Timur Andi Hatta Marakarma, Bupati Jeneponto Radjamilo, Bupati Wajo Andi Burhanuddin Unru, Bupati Selayar Syahrir Wahab, Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo, Bupati Luwu Utara Arifin Djunaid, Bupati Tana Toraja Theofilus Allolerung, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Parepare Syamsu Alam, Plt Bupati Toraja Utara Tautoto Tanaranggina, dan para wakil bupati.

Informasi yang dihimpun Tribun, menyebutkan, pertemuan ini menjadi evaluasi pelaporan keuangan se-Sulsel termasuk menghadapi tahun 2011. Sebelumnya, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, menargetkan, pihaknya bisa meraih predikat opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK.

Sumber :
http://www.tribunnews.com/2011/02/21/sembilan-kepala-daerah-di-sulsel-rapat-tertutup-dengan-bpk

 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
TorajaKita.com

.